Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Umumkan Mundur, Ada Apa?

Fitri Sartina Dewi
Rabu, 2 April 2025 | 06:50 WIB
Logo meta/website
Logo meta/website
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meta Platforms Inc. kehilangan salah satu orang terpenting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Joelle Pineau, wakil presiden yang memimpin tim Penelitian AI Fundamental Meta Platforms Inc. yang dikenal sebagai FAIR mengumumkan hengkang dari perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan saat perusahaan tengah agresif berinvestasi untuk bersaing secara agresif dalam bidang kecerdasan buatan atau AI.

Melansir Bloomberg, Rabu (2/4/2025), Pineau resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah bekerja di perusahaan selama 8 tahun pada Selasa (1/4/2025). Dia diketahui telah memimpin tim FAIR sejak awal 2023.

Tim FAIR yang dipimpinnya melakukan upaya penelitian AI Meta, yang berfokus pada segala hal mulai dari teknologi penerjemahan suara dan pengenalan gambar hingga model bahasa besar sumber terbuka milik perusahaan, yang disebut Llama. Unit tersebut juga mengeksplorasi pengembangan apa yang disebut Meta sebagai "kecerdasan mesin tingkat lanjut," atau kecerdasan tingkat manusia untuk mesin.

Pineau, yang juga merupakan seorang profesor ilmu komputer di Universitas McGill di Montreal, mengatakan bahwa dia akan tetap bekerja di perusahaan tersebut hingga Mei.

"Saat ini, saat dunia mengalami perubahan signifikan, saat perlombaan AI semakin cepat, dan saat Meta bersiap untuk babak selanjutnya, inilah saatnya untuk memberi ruang bagi orang lain untuk melanjutkan pekerjaan tersebut," tulisnya dalam sebuah catatan kepada rekan-rekannya. Pineau juga mengunggah pengumumannya di media sosial seperti dilansir Bloomberg, Rabu (2/4/2025).

Mundurnya Pineau dari perusahaan berisiko mempersulit upaya Meta untuk bersaing dengan para pesaing seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI milik Elon Musk.

CEO Meta, Mark Zuckerberg telah menjadikan AI Meta sebagai prioritas utama, dan mengatakan pada bulan Januari bahwa perusahaan akan menghabiskan sebanyak $65 miliar untuk proyek-proyek terkait AI pada tahun ini.

Dorongan perusahaan tersebut mencakup upaya untuk menjadikan Llama sebagai standar industri di seluruh dunia. Zuckerberg mengaku yakin chatbot AI Meta, yang sudah tersedia di Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dapat digunakan oleh 1 miliar orang pada tahun ini.

Seorang juru bicara META mengatakan bahwa perusahaan hingga saat ini belum memiliki pengganti Pineau, tetapi sedang mencari penggantinya. Pada tahun lalu, perusahaan tersebut menata ulang tim AI untuk mendekatkan Pineau dan FAIR dengan divisi produk, sebuah keputusan yang dimaksudkan untuk mempercepat proses penelitian grup tersebut terhadap berbagai produk Meta.

"Meta tetap berkomitmen pada penelitian AI dan rencananya tidak berubah sebagai bagian dari kepergian Pineau," ujar juru bicara META.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Sumber : Bloomberg
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper